fbpx

Panduan Lengkap Jenis Kabel Listrik untuk Instalasi Rumah

Panduan Lengkap Jenis Kabel Listrik untuk Instalasi Rumah

Kabel instalasi listrik menjadi salah satu komponen rumah yang perlu diperhatikan baik-baik kualitasnya. Pemilihan jenis kabel yang tepat untuk peruntukannya bisa menjamin kualitas kinerja sistem kelistrikan rumah sekaligus menjaga keamanannya. 

Untuk itu, pengetahuan tentang berbagai macam jenis-jenis kabel untuk instalasi listrik di rumah perlu dipahami dengan baik-baik.

Baca juga: Cara Pasang Penangkal Petir yang Efektif dan Aman

Jenis-jenis Kabel Listrik dan Fungsinya Masing-masing

Pada umumnya, kabel listrik akan menggunakan bahan utama berupa kabel inti tembaga. Namun selain kabel inti tembaga, bahan-bahan lain yang melengkapi kabel inilah yang membuat kabel listrik memiliki berbagai macam jenisnya. Berikut adalah jenis-jenis kabel listrik untuk instalasi listrik rumah dan fungsinya masing-masing.

1. Kabel Listrik NYM

Kabel NYM adalah jenis kabel yang sering digunakan dalam instalasi listrik rumah tangga. Terdiri dari beberapa inti konduktor tembaga, kabel ini dirancang untuk menangani beban listrik rumah tangga standar. NYM sering digunakan untuk menghubungkan soket, sakelar, dan perangkat listrik di dalam rumah.

2. Kabel Listrik NYY

Kabel NYY memiliki struktur serupa dengan NYM, tetapi umumnya digunakan untuk instalasi luar ruangan atau di dalam pipa conduit. Tahan terhadap cuaca dan kondisi lingkungan eksternal, kabel NYY sering dipilih untuk menghubungkan instalasi listrik luar rumah, seperti penerangan taman atau lampu jalanan.

3. Kabel Listrik NYA:

Kabel NYA merupakan jenis kabel dengan satu inti konduktor tembaga. Digunakan untuk instalasi listrik ringan, seperti pemasangan lampu atau perangkat kecil lainnya, kabel ini sering digunakan di rumah tangga untuk aplikasi yang memerlukan daya listrik rendah.

4. Kabel Listrik NYYHY:

Kabel NYYHY dirancang khusus untuk instalasi fleksibel dan sering digunakan untuk menghubungkan perangkat-perangkat seperti lampu gantung atau peralatan dapur yang memerlukan mobilitas. Kabel ini memiliki lapisan isolasi yang fleksibel, memudahkan penggunaan dalam situasi yang memerlukan penyesuaian atau gerakan reguler.

5. Kabel Listrik UTP (Unshielded Twisted Pair):

UTP biasanya digunakan untuk keperluan jaringan komputer, tetapi juga dapat digunakan untuk aplikasi listrik ringan. Terdiri dari sepasang konduktor tembaga yang dililitkan satu sama lain, UTP sering digunakan untuk instalasi sistem keamanan, sistem pengawasan, atau pengaturan smart home.

6. Kabel Listrik XLPE:

Kabel XLPE (Cross-Linked Polyethylene) memiliki sifat isolasi yang lebih baik dan tahan terhadap panas. Kabel ini umumnya digunakan dalam instalasi listrik yang memerlukan daya besar, seperti untuk panel listrik utama atau rangkaian distribusi daya di rumah.

7. Kabel Fleksibel H07RN-F:

Kabel ini sangat fleksibel dan tahan terhadap tekanan, minyak, dan kelembaban. Biasanya digunakan di lingkungan industri, H07RN-F juga dapat digunakan dalam instalasi listrik rumah tangga yang memerlukan kabel yang dapat menahan kondisi ekstrem.

8. Kabel Listrik Twisted Pair (TP):

Jenis kabel ini terdiri dari dua konduktor yang dililitkan satu sama lain untuk mengurangi gangguan elektromagnetik. Kabel twisted pair sering digunakan dalam instalasi telepon atau sistem audio di rumah.

9. Kabel Listrik Armored:

Kabel ini dilengkapi dengan lapisan pelindung logam atau serat untuk memberikan perlindungan tambahan terhadap gangguan eksternal dan kerusakan mekanis. Biasanya digunakan di area yang memerlukan kekuatan dan keamanan tambahan, seperti instalasi di bawah tanah atau di tempat-tempat yang rawan terhadap kerusakan fisik.

10. Kabel Listrik Coaxial:

Coaxial cable umumnya digunakan untuk instalasi televisi kabel atau internet. Dengan desain yang dapat menghantarkan sinyal dengan baik dan meminimalkan interferensi, kabel ini dapat mengoptimalkan kualitas transmisi sinyal.

Baca juga: Atap Bocor Bikin Panik! Yuk Cari Tahu Cara Mengatasi Atap Rumah Yang Sering Bocor

Hal-hal yang Harus Diperhatikan dalam Pemasangan Instalasi Listrik Rumah

Pada zaman modern seperti sekarang ini, listrik sudah menjadi kebutuhan primer dalam sebuah rumah. Mulai dari bangun tidur sampai mulai tidur kembali, listrik pasti akan selalu dibutuhkan oleh kita semua. 

Oleh karena itu, instalasi listrik di dalam rumah perlu dipasang dengan baik dan terjamin kualitasnya. Berikut ini adalah hal-hal yang harus diperhatikan dalam proses pemasangan instalasi listrik di dalam rumah.

1. Rencanakan denah instalasi listrik rumah

Saat membangun rumah, salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah merancang denah instalasi listriknya. Hal ini berkaitan dengan penempatan posisi MCB, lampu, saklar, sampai stop kontak. Dengan adanya denah instalasi yang dirancang dengan baik, nantinya dapat diketahui dengan jelas berapa panjang kabel dan komponen kelistrikan lainnya yang dibutuhkan. Selain itu, jalur kabel pun bisa ditata dengan baik dan tidak terganggu oleh posisi bangunan rumah. 

2. Atur jalur kabel

Setelah merancang denah, langkah selanjutnya adalah dengan membuat jalur kabel yang efektif dan efisien. Jalur ini bisa dimulai dari penempatan posisi MCB (Miniature Circuit Breaker) lalu berjalan ke arah posisi lampu, saklar, sampai stop kontak yang ada di dalam rumah. 

3. Perangkat berdaya besar

Peralatan rumah tangga memiliki daya listriknya masing-masing. Khusus yang memiliki daya besar seperti AC, pompa air, water heater dan yang lainnya, sebaik diatur sedemikian rupa agar memiliki jalur tersendiri.

Hal ini perlu dilakukan agar tidak mengganggu penggunaan listrik di peralatan rumah tangga lainnya, terutama saat terjadi kelebihan beban listrik. Selain itu, dengan menggunakan jalur khusus ini kabel listrik pun bisa lebih awet karena beban arus listrik yang mengalir tidak berlebihan. 

4. Komponen instalasi listrik yang berkualitas

Saat memasang instalasi listrik, ada baiknya berinvestasi lebih besar di awal untuk menjamin kualitas komponen listrik yang digunakan. Misalnya, gunakan steker yang berkualitas terbaik agar saat terjadi lonjakan arus tidak sampai membuat perangkat elektronik di rumah menjadi cepat rusak. Selain itu, steker berkualitas rendah juga bisa lebih mudah meleleh dan bisa memicu terjadinya kebakaran. 

Contoh lainnya adalah dengan menggunakan kabel listrik yang sudah berstandar SNI, misalnya kabel NYA, kabel NYAF, kabel NYM, dan jenis-jenis kabel lainnya yang telah disebutkan di atas. 

5. Terapkan sistem grounding

Sistem grounding tidak hanya digunakan saat sedang memasang alat penangkal petir saja, tapi juga bisa diterapkan saat memasang instalasi listrik rumah. Mekanisme ini bisa memberikan keamanan saat tiba-tiba daya membesar seperti saat sedang dilakukan perawatan listrik dari PLN atau saat ada sambaran petir. Dengan menyalurkan arus listrik dari MCB ke tanah bisa membuat aliran listrik tidak akan tiba-tiba melonjak pada salah satu aliran listrik di dalam rumah. 

Memilih jenis kabel instalasi listrik yang tepat sangat penting untuk memastikan keamanan dan kinerja sistem listrik rumah tangga. Dengan memahami karakteristik masing-masing jenis kabel, pemilik rumah dapat membuat keputusan yang cerdas dan sesuai dengan kebutuhan spesifik mereka. Penting untuk selalu mengikuti standar keselamatan dan peraturan lokal ketika melakukan instalasi listrik di rumah.

Agar kamu selalu nyaman dengan rumah yang kamu beli, ada baiknya kamu membeli rumah yang memiliki kualitas terbaik di kelasnya. Salah satu contohnya adalah Residence 8 Solo, yang dibangun dan dikembangkan oleh Menara Santosa. Perumahan ini memiliki kualitas premium plus, sangat cocok bagi kamu yang menginginkan kenyamanan dan keamanan bagi keluarga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Butuh Bantuan? Chat