PT. Menara Santosa was founded on a vision to impact lives through the development of well-planned sustainable independent townships with green environments and first class physical and social infrastructure.
Over years, the Company has proven itself as a highly trusted property developer with the most recognizable brand name and pioneering projects in strategic locations.

Since 2005 the Company has expanded its business portfolio to encompass urban development, large scale integrated development, Commercial Area, Apartment and Leisure.
Menara Santosa is now one of the most distinct property company in Solo with a highly focused-unique business model, and rising retail property industry phenomenon.


Herman Santosa
Founder & CEO


Menara Santosa : Market Segment Menara Santosa

Pemerintah semakin gencar mempromosikan peluang investasi pada beragam sektor seperti infrastruktur, bisnis, perdagangan, transportasi, jasa pelayanan, properti dan lainnya. Hal ini terlihat dengan adanya kebijakan yang diluncurkan dengan tujuan menstabilisasi dan meningkatkan perekonomian Indonesia.

Untuk sektor properti, di Indonesia mendapatkan banyak stimulan yang bertujuan untuk mendorong investasi makin menarik dan menjanjikan kedepannya.

Pertama, setelah Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mengesahkan Undang-Undang (UU) Tax Amnesty atau Pengampunan Pajak, pada 28 Juni 2016, maka permintaan untuk instrumen investasi mengalami peningkatan. Salah satu instrumen yang menarik adalah properti, karena memiliki nilai investasi dan menjadi kebutuhan hunian.

Maka, berinvestasi di properti memiliki nilai multifungsi dan permintaannya selalu bertambah. Hal ini ditekankan oleh Tommy H Bastamy, Director Strategic Advisory Group, Coldwell Banker Commercial "Secara makro, tax amnesty diharapkan memberikan percepatan terhadap pergerakan ekonomi nasional. Masuknya dana repatriasi melalui penerapan tax amnesty akan meningkatkan likuiditas bagi pendanaan pembangunan ekonomi dalam negeri. Hal ini semakin menggerakan aktifitas ekonomi diberbagai sektor sehingga akan mendorong kepada pertumbuhan ekonomi nasional yang lebih baik."

Kedua Bank Indonesia (BI) menentukan suku bunga/ BI rate di kisaran 6,5%. Suku bunga ini turun dari 7,5% ke 7 hingga menjadi 6,5%.

Ketiga, adalah kelonggaran aturan Loan to Value (LTV) atau Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) dari BI yang rencananya berlaku pada Agustus 2016. Kebijakan ini membuat uang muka atau Down Payment (DP) menjadi lebih rendah.

Keempat, pemberlakuan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) dan rencana membuka kepemilikan asing di bidang properti, khususnya apartemen, sedang digencarkan oleh pemerintah.

Merespon hal tersebut, Menara Santosa menghimbau masyarakat untuk melihat peluang menarik ini. Dilihat dari sisi harga, di Indonesia harga properti masih kompetitif dibandingkan negara lain. Hal itu yang perlu dilihat oleh peminat investasi properti, dimana saat ini momentum terbaik mengambil keputusan untuk membeli, karena sektor properti akan menggeliat sudah terlihat.

Menara Santosa : Product Menara One
Menara Santosa : Product permata Botanical
Menara Santosa : Product Amarta Residence
Menara Santosa : Product Permata Village Dealova
Menara Santosa : Product Permata Residence
Menara Santosa : Product Grand Permata Estate

PT. Menara Santosa

  • Company Hotline +62 271 643100
  • Sales Hotline +62 271 65 65 50
  • Address JL. RONGGOWARSITO NO. 73 KEPRABON - SOLO